Oleh: davidamanik | November 23, 2009

Tumor Batak

Tulisan ini aku ambil dari grup Naimarata Indonesia, grup marga kami yg ada di Facebook. Bagus buat nambah pengetahuan. Selamat membaca n HORAS..!!!🙂

Krakatau dibanding dengan Super Vulcano tersebut gak ada apa-apanya.
Tapi karena Krakatau meletus di saat dunia sudah modern, juga catatan sejarah mengenai Krakatau lebih banyak ketimbang Super Vulcano yang meletus ribuan tahun sebelumnya mambuat Krakatau terlihat paling dahsyat.

Mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku Sulawesi dan terus ke Philipina, Taiwan, Jepang, Siberia, Alaska, Amerika Utara hingga Amerika Selatan dan seterusnya hingga menjadi Pegunungan yang berderet berdasarkan lempeng bumi sepanjang pasifik atau lebih dikenal dengan istilah “Ring of Fire”

Tumor Batak menurut van Bemmelen(geologist) ialah suatu lipatan lapisan-lapisan bumi yang menyembul sepanjang 275 Km dan selebar 150 Km. Bagian yg paling menyolok dari tumor itu, yakni Cekungan toba yang besar dengan danau Toba di tengahnya. Ukuran sebenarnya cekungan itu kira-kira 100 Km x 30 Km pada suatu daerah seluas 2.270 Km2.

Danau toba sendiri panjangnya 87 Km, dengan jarak keliling 294 Km dan luasnya 1.776 Km2 termasuk pulau Samosir. Pulau Samosir sendiri meliputi luas 640 Km2, maka luas air dari danau itu berjumlah kira-kira 1.130 Km2.

Melingkari cekungan Toba itu adalah gunung-gunung seperti Sibuatan(2.457 m) di sebelah timur laut danau, Pangulubao(2.151 m) ke timur, Surungan(2.173 m) ke tenggara, dan Ulu darat(2.157 m) ke barat. Semua gunung ini terdiri dari batu-batu pra-Tersier dan Tersier awal.

Ket.Gambar proses terjadinya erupsi gunung Toba yang kemudian menciptakan Danau Toba sekitar 75.000 tahun lalu.

Gunung Toba adalah super volcano yaitu gunung aktif dalam kategori sangat besar, meletus terakhir sekitar 74.000 tahun lalu yang kini hanyalah sebuah danau yaitu Danau Toba, Sumatra Utara, Indonesia yang merupakan bekas kaldera terbesar di dunia.

Pada tahun 1939, geolog Belanda Van Bemmelen melaporkan, Danau Toba, yang panjangnya 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer, dikelilingi oleh batu apung peninggalan dari letusan gunung. Karena itu, Van Bemmelen menyimpulkan, Toba adalah sebuah gunung berapi. Belakangan, beberapa peneliti lain menemukan debu rhyolit yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia, bahkan juga sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah.

Penelitian seputar Toba belum berakhir hingga kini. Salah satu peneliti Toba angkatan terbaru itu adalah Fauzi dari Indonesia, seismolog pada Badan Meteorologi dan Geofisika. Sarjana fisika dari Universitas Indonesia lulusan 1985 ini berhasil meraih PhD dari Renssealer Polytechnic Institute, New York, pada 1998, untuk penelitiannya mengenai Toba.

Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer.

Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi. Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.

Sumber : http://www.facebook.com/notes/naimarata-indonesia/tumor-batak/186320571117


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: