Oleh: davidamanik | September 25, 2009

Mesin &, =, VS Gereja Tuhan ?

Hari Senin kemarin, adik saya mengajak saya untuk menemaninya makan ke satu tempat yang dia sudah sangat inginkan selama ini. Tentu saja saya “kecipratan” traktiran makan. Tapi bukan itu yang akan saya tuliskan di sini. Melainkan hal lain yang terlintas di pikiran saya ketika itu.

Sekitar beberapa menit kami selesai makan, saya melihat ke jalanan, yang pada saat itu sedang lalu lalang. Saya berpikir, adakah suatu pelajaran yang bisa saya ambil dari apa yang saya amati saat ini. Saat itu, dalam hati saya merasakan seperti ada suara yang mulai mengatakan sesuatu.

Saya melihat mobil yang lalu lalang dan kemudian mulai terpikir tentang mesinnya. Mobil tersebut dapat berjalan dengan sempurna apabila seluruh bagian atau komponen dalam mesin tersebut bekerja dengan baik, bahkan mungkin lebih simple lagi dapat dikatakan, hanya bekerja dengan seharusnya saja, tidak perlu dengan kata-kata “baik”, mobil tersebut dapat berjalan dengan baik. Tidak perduli jalan yang dilalui bagus atau tidak. Namun apabila satu saja bagian dari mesin tersebut (tidak perlu semua) rusak atau tidak bekerja dengan seharusnya, mobil tersebut tidak akan berjalan dengan sempurna. Katakanlah mobil tersebut tetap dapat berjalan. Namun tidak perlu menunggu waktu, mobil tersebut cepat atau lambat akan segera rusak, semakin parah, dan pada puncaknya mati total dan tidak dapat berjalan lagi. Kecuali bagian yang rusak tadi diperbaiki.

Apa yang dapat saya pelajari dari hal ini? Saya berpikir, ini adalah analogi, contoh sederhana dari apa yang Tuhan katakan Gereja, Tubuh Kristus, dan yang sama dengan hal itu. Hampir dapat saya pastikan, SEMUA komunitas anak-anak Tuhan BELUM ada yang berjalan dengan sempurna layaknya tubuh atau mobil tadi. Komunitas ini dapat berbicara komsel, gereja, persekutuan, dan sebagainya. Saya pikir, setiap kita sudah mengerti apa yang saya maksudkan. Puji Tuhan apabila setiap anak Tuhan menyadari akan kondisi ini dan segera melakukan tindakan untuk memperbaiki diri, menegur setiap kesalahan, mendidik orang-orang muda, dan saling membangun dan menasihati. Bagaimana bila tidak? Maka kita tidak perlu menunggu lama untuk kehancuran umat Tuhan dengan segera.

Puji Tuhan, Allah tidak pernah membiarkan hal tersebut terjadi di tengah-tengah anak-anakNya. Selalu ada inisiatif dari Tuhan terlebih dahulu untuk membawa setiap kita kembali padaNya sebelum jatuh lebih dalam, lebih jauh.

Teman-teman, sebenarnya apabila diibaratkan dengan mobil tadi, dunia dan manusia ini sudah mogok total dan tidak dapat berjalan kembali, karena SEMUANYA rusak, tidak hanya satu bagian. Apabila Tuhan mau, bisa saja dia “MEMBUANG” kita semuanya dan menciptakan suatu dunia yang baru dimana kita tidak ada di dalamnya dan sesuai kemauanNya. Tapi, seperti yang kita ketahui saat ini, Allah tidaklah demikian. Karena kasihNya yang begitu besar, Ia tidak membuang “MOBIL” tadi, melainkan dengan sabar memperbaikinya SATU DEMI SATU. Tinggal “alat” itu saja, apabila ia “tidak mau” menjadi bagus, maka akan segera “DIBUANG” dan “DIGANTI” dengan yang lain yang “mau” untuk diperbaiki dan menjadi bagus. Sampai pada waktunya nanti, semua bagian dari “MOBIL” tersebut selesai, bagus, dan “MOBIL” tersebut dapat berjalan kembali, bahkan dengan sempurna.

Teman-teman, apabila kita diajar, dididik, bahkan ditegur dan dihajar oleh Tuhan, secara langsung atau melalui rekan kita di setiap komunitas kita, TAAT-lah. Tidak enak, tapi bermanfaat, baik bagi kita maupun bagi komunitas kita dan orang banyak. Bukankah kita ingin menjadi saluran berkat Tuhan bagi orang banyak? Segeralah taat dan berubah dari setiap apa yang Tuhan tegur dari kita yang buruk.

Lebih cepat kita bertobat dan berubah, lebih cepat dan semakin banyak waktu kita untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Maka “MOBIL” tersebut pun akan segera pulih dan dapat dipakaiNya dan menjadi kendaraan bagi kemuliaanNya. Indah bukan?

Adalah dan SUDAH TENTU lebih indah dan luar biasa apabila kita yang dulu telah rusak dan kemudian menjadi bagus dan dipakai bagi kemuliaan nama Tuhan daripada menjadi rusak sampai selama-lamanya karena tidak mau berubah dan pada akhirnya DIBUANG.

Semoga tulisan yang kurang sempurna ini disempurnakan oleh TUHAN dan dapat menjadi berkat bagi siapapun yang membacanya. Tuhan Yesus Memberkati..!! J

[d@v!D]


Responses

  1. mobil dan mesin sekalipun baru dan bagus namun kondisi jalan yang dilalui tidak menjamin maka mobil dan mesinpun tidak dijamin . Gereja dan komponennya kini berjalan di jalan yang rusak karena politik,ekonomi persaingan globlal

    • yoi Pak… itu juga salah satu faktor lain..
      hehe,,,
      tq ya Pak bwt kunjungan n comment nya…🙂

    • yep… tq banget ya buat masukannya…
      Tuhan Yesus memberkati….😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: